Sekelap mata di jumpa, ditemui hamparan taman milik berdua
dengan pesona membuncah telah patah di entah- berentah kisah
Kini kau coba memasang linglung parah, terserah, namun jiwa
memberontak melawan lupa di otak dengan sedemikian gairah tak retak, seakan
sempurnalah tata letak
Dalam unik segi intrinsik dia pancarkan daya tarik menggebu
ciptakan ilusi di tiap sisi tak sementara dalam waktu cukup lama
Semaikan hipnotis statis lewati prisma pendarkan jutaan
warna eksotis, hingga bila kau amati lekat- lekat akan kau temui sebilah keris,
hm, strategis
Ya, narasi awalan sepertinya begitu segan untuk pergi lari dari ingatan
Di setiap jalan setelah awalan akan kau temui alasan
perbandingan narasi serasa tak sejalan
Awalan begitu sadis menelan sebagian napas yang telah
dititipkan
Bila tak cenderung sama, kau rasa hati tergantung, tak ada
kata pas dalam hubung, lalu melekat istilah terkatung- katung
Apa awalan bagi sebagian cukup untuk memenjarakan semua
paradigma dengan sedikit logika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar