Jumat, 13 Februari 2015

Narasi Awalan

Sekelap mata di jumpa, ditemui hamparan taman milik berdua dengan pesona membuncah telah patah di entah- berentah kisah
Kini kau coba memasang linglung parah, terserah, namun jiwa memberontak melawan lupa di otak dengan sedemikian gairah tak retak, seakan sempurnalah tata letak

Dalam unik segi intrinsik dia pancarkan daya tarik menggebu ciptakan ilusi di tiap sisi tak sementara dalam waktu cukup lama
Semaikan hipnotis statis lewati prisma pendarkan jutaan warna eksotis, hingga bila kau amati lekat- lekat akan kau temui sebilah keris, hm, strategis


Ya, narasi awalan sepertinya begitu segan untuk pergi lari dari ingatan
Di setiap jalan setelah awalan akan kau temui alasan perbandingan narasi serasa tak sejalan
Awalan begitu sadis menelan sebagian napas yang telah dititipkan
Bila tak cenderung sama, kau rasa hati tergantung, tak ada kata pas dalam hubung, lalu melekat istilah terkatung- katung

Apa awalan bagi sebagian cukup untuk memenjarakan semua paradigma dengan sedikit logika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar