Sabtu, 07 Maret 2015

Malam Romantis

Bagi sebagian,

Malam yang menggema di tiap- tiap psikis dengan sebutan romantis menancap dalam lalu dengan sadis terdogmatis dengan gaya statis

Geladi bersih sebelum malam romantis harus tetap eksis otomatis sebelum benar- benar mengangkasa temui belahan jiwa, katanya.

Malam yang bercerita tentang khayalan berdurasi tak singkat, getaran jantung bergitu hebat dengan rasa jingga begitu pekat atau malam sebagai tanda bertebarannya sang pemasang pukat, dirasa untung kalau dapat

Seakan malam tanpa jutaan jatuhan hujan dan bulan- bintang begitu mempesona sebagai dekorasi memeluk bumi dengan nyanyian pembuat getaran jantung semakin terkontruksi, ada aku di sisi

Tak peduli , aku- kau memiliki

Kamis, 05 Maret 2015

Protokol

Bagian satu

Ya,

Ada jiwa madyan yang mengalir di dalam darah, di tiap embusan napas tak terarah, parah

Di bawah reruntuhan nominal, ruang akal tak lagi di dalam edaran batas-batas bertapal

Sebagian,

Sepertinya masih ada bait-bait beraroma sakral penuntun orbit akal , tapi terbegal oleh tumpukan mal kolosal, bebal

Jumat, 13 Februari 2015

Narasi Awalan

Sekelap mata di jumpa, ditemui hamparan taman milik berdua dengan pesona membuncah telah patah di entah- berentah kisah
Kini kau coba memasang linglung parah, terserah, namun jiwa memberontak melawan lupa di otak dengan sedemikian gairah tak retak, seakan sempurnalah tata letak

Dalam unik segi intrinsik dia pancarkan daya tarik menggebu ciptakan ilusi di tiap sisi tak sementara dalam waktu cukup lama
Semaikan hipnotis statis lewati prisma pendarkan jutaan warna eksotis, hingga bila kau amati lekat- lekat akan kau temui sebilah keris, hm, strategis

Kamis, 12 Februari 2015

Belenggu

Dalam jeruji lampau kau di situ

Hanya karena satu masa itu

Kau jalani waktu ini dalam rantai ikatan yang mengikat
Kau tak bisa membuka, itu bagimu sangat erat

Prasasti bagimu mungkin sudah terukir, jalani waktu ini dengan sedemikan bergulir
Dan meski tetesan air dari sudut gelap mata kadang mengalir

Bila harap memudar karena sang harapan biaskan rasa bakar
Kau coba tetap dalam tumpuan tegar, dan harap ia kembali di atas dasar sadar

Hanya karena satu masa itu

Kau tenggelam dalam jalinan ikatan bertahan meski rasa sakit tak tertahan, kasian.

Raut Baru

Raut baru dalam pahatan di era zaman setelah beberapa kali pembinasaan

Sebagian...

Raut baru membesar dalam dekapan era mutakhir, berada di tepi arsiran masa bergulir

Bernapas ribuan tahun demikian sebuah angan, atau bahkan tak ada acara penanaman atau pembakaran, tenggelam dalam kidung, mau tak mau persiapan raut baru meski masih di dalam kandung

Mahligai sedapat- dapat meningkat atau bertingkat, ya, bahkan sampai empat, untuk sebuah ide para pendapat kisaran derajat. Soal warna cat, sebagus- bagusnya harus dapat

Rabu, 11 Februari 2015

Fatamorgana

Taklid buta merasuk dalam sitiap rusuk mendarah daging tanpa ada rekonstruksi dasar jaring.

Taring berdrama lencana kibarkan panji seolah tak ada kalah berarti dari luar yang coba eksekusi mati.


Konvensi tetap dijalani pada hari- hari malah sebaliknya berkonspirasi atas rasa kanan diri dengan cara berdemogogi.

Kambing berbulu domba adalah ritual kekal sebagai bekal dalam menjalani inti justifikasi abadi.

Waktu Kian Berdebu

Waktu kian berdebu, kendara keliru dalam deru seakan penghujung tak lagi dalam hitung tak sadar roda kian menggulung tetap di sarung dengan dada membusung.

Keras arus lintas beserta para selaras sampai tuntas melaju berseru bak peluru yang siap memburu yang tak selaku, ah, kau tau itu.