Kamis, 05 Maret 2015

Protokol

Bagian satu

Ya,

Ada jiwa madyan yang mengalir di dalam darah, di tiap embusan napas tak terarah, parah

Di bawah reruntuhan nominal, ruang akal tak lagi di dalam edaran batas-batas bertapal

Sebagian,

Sepertinya masih ada bait-bait beraroma sakral penuntun orbit akal , tapi terbegal oleh tumpukan mal kolosal, bebal

Era peradaban bagi tiap- tiap cucu Adam mengalir ber- bigot kolot dengan tatapan pemikiran gelap sorot

Ribuan tahun lamanya protokol beraksi tinggal menunggu hari di mana tiap-tiap jiwa  dieksekusi mati

Dan kemudian...


Tak ada persiapan ketika peradaban kini dalam naungan perencanaan di bawah genggaman satu tangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar