Ya,
Ada jiwa madyan yang mengalir di dalam darah, di tiap
embusan napas tak terarah, parah
Di bawah reruntuhan nominal, ruang akal tak lagi di dalam
edaran batas-batas bertapal
Sebagian,
Sepertinya masih ada bait-bait beraroma sakral penuntun
orbit akal , tapi terbegal oleh tumpukan mal kolosal, bebal
Era peradaban bagi tiap- tiap cucu Adam mengalir ber- bigot
kolot dengan tatapan pemikiran gelap sorot
Ribuan tahun lamanya protokol beraksi tinggal menunggu hari
di mana tiap-tiap jiwa dieksekusi mati
Dan kemudian...
Tak ada persiapan ketika peradaban kini dalam naungan
perencanaan di bawah genggaman satu tangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar