Kamis, 12 Februari 2015

Raut Baru

Raut baru dalam pahatan di era zaman setelah beberapa kali pembinasaan

Sebagian...

Raut baru membesar dalam dekapan era mutakhir, berada di tepi arsiran masa bergulir

Bernapas ribuan tahun demikian sebuah angan, atau bahkan tak ada acara penanaman atau pembakaran, tenggelam dalam kidung, mau tak mau persiapan raut baru meski masih di dalam kandung

Mahligai sedapat- dapat meningkat atau bertingkat, ya, bahkan sampai empat, untuk sebuah ide para pendapat kisaran derajat. Soal warna cat, sebagus- bagusnya harus dapat


Baru saja tirai mata tersibak setelah lewati sisa malam, ini ingatan pertama, jari- jemari meraba, ke mana mustika ajaib di samping berada, seperti urgensi seakan mendadak, di ujung cula badak, layaknya bom nuklir, jika meledak jantung terasa kilir, memastikan masih ada di tempat, atau lari bersama akhir. Nah, ada, cuma sekedar amati, membalas, atau seperti menanti
...
Untuk para pakar bergelar mendominasi penelitian pertumbuhan tiap inci, secuil materi tertelan siap jadi bahan kajian, dalam analogi air-api sebagai penyeimbang di tiap inci kemajuan, mencari jalan

Untuk cerita jarah, berujung pada ritual penyerahan darah, demi sebuah prestise, klise. Arah tetapan para nomine, strategi tak sebegitu rumit, lakukan sedikit taktik menyelisik, hingga ditemui asik, meski nanti digigit rasa sakit yang mencabik- cabik
...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar